Suka-Suka's Blog

12 Januari 2012

IDENTIFIKASI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA TUBUH

Filed under: bakteriologi — Tag:, , — iceteacassie @ 14:39

Bakteri Staphylococcus aureus

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hai, sahabat blogger???
Wah…akhirnya bisa nambah updet lagi nih…
Alkhamdulillah…
Hehehee…seperti biasa, postingan kali ini juga hasil tugasku. Entah bener ato nggak. Soale cumin dikumpulin sih. Maklum…
Hmmm…postingan kali ini tentang bakteri. Sebenernya mau banyak bakteri, tapi tugasnya Cuma bikin satu aja. Jadi, mau bagaimana lagi?? Ya…ditirutin ajah…hahaha…
Okelah, nggak usah lama2 aja.
Cekidot guys….
IDENTIFIKASI BAKTERI Staphylococcus aureus PADA TUBUH
Bakteri pada kulit
Bakteri merupakan komponen umum dari kulit manusia, tenggorokan, air liur serta bagian lain tubuh. Bakteri ini dianggap sebagai “flora normal” dari wilayah dari mana mereka akan terisolasi. Bakteri ini termasuk patogen. Percobaan ini juga akan menggunakan baik media selektif dan diferensial. Selektif Media memiliki bahan-bahan (atau kondisi) yang hanya memungkinkan untuk pertumbuhan jenis fisiologis tertentu mikroba.
Kulit secara konstan berhubungan dengan bakteri udara atau dari benda-benda tetapi kebanyakan bakteri ini tidak tumbuh pada kulit karena kulit tidak sesuai dengan pertumbuhannya. Kulit mempunyai keragaman yang luas dalam hal struktur dan fungsi diberbagai situs tubuh. Pada umumnya beberapa bakteri yang ada pada kulit mampu bertahan hidup lama karena kulit mengeluarkan substansi bakterisidal. Kebanyakan bakteri kulit dijumpai pada epitel yang seakan-akan bersisik membentuk koloni pada permukaan sel-sel mati.
Jenis-Jenis Bakteri Pada Kulit
Bakteri Staphylococcus aureus adalahbakteri gram positif yang menghasilkan pigmen kuning, bersifat aerob fakultatif, tidak menghasilkan spora dan tidak motil, umumnya tumbuh berpasangan maupun berkelompok, dengan diameter sekitar 0,8-1,0 µm. S. aureus tumbuh dengan optimum pada suhu 37oC dengan waktu pembelahan 0,47 jam. S. aureus merupakan mikroflora normal manusia. Bakteri ini biasanya terdapat pada saluran pernafasan atas dan kulit. Keberadaan S. aureus pada saluran pernafasan atas dan kulit pada individu jarang menyebabkan penyakit, individu sehat biasanya hanya berperan sebagai karier. Infeksi serius akan terjadi ketika resistensi inang melemah karena adanya perubahan hormon; adanya penyakit, luka, atau perlakuan menggunakan steroid atau obat lain yang memengaruhi imunitas sehingga terjadi pelemahan inang.
Infeksi S. aureus diasosiasikan dengan beberapa kondisi patologi, diantaranya bisul, jerawatpneumoniameningitis, dan arthritits. Sebagian besar penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini memproduksi nanah, oleh karena itu bakteri ini disebut piogenik. S. aureus juga menghasilkan katalase, yaitu enzim yang mengkonversi H2O2 menjadi H2O dan O2, dan koagulase, enzim yang menyebabkan fibrin berkoagulasi dan menggumpa. Koagulase diasosiasikan dengan patogenitas karena penggumpalan fibrin yang disebabkan oleh enzim ini terakumulasi di sekitar bakteri sehingga agen pelindung inang kesulitan mencapai bakteri dan fagositosis terhambat.
Klasifikasi :
Kingdom         : Monera
Divisio             : Firmicutes
Class                 : Bacilli
Order               : Bacillales
Family             : Staphylococcaceae
Genus               : Staphilococcus
Species            : Staphilococcus aureus
Gambaran Klinik
Infeksi lokal Staphylococcus aureus adalah infeksi folikel atau suatu abses. Biasanya suatu reaksi peradangan yang hebat, terlokalisir sakit dan mengalami penanahan sentral, akan cepat sembuh bila nanah dikeluarkan. Keracunan makanan yang disebabkan enterotoksin Staphylococcus aureus ditandai dengan masa inkubasi yang tidak pendek ( 1-8 jam), muntah, diare tanpa demam.
Cara Isolasi dan Identifikasi
Bahan Pemeriksaan :
Usapan permukaan : mata, telinga, hidung, tenggorokan. Nanah, darah, aspirasi trachea, cairan spinal, muntahan, feses, kerokan kulit, sputum, dll. Pengambilan sample tergantung pada jenis penyakit.
Cara Pembuatan Suspensi ( sample : kulit )
a)     Basahi lidi kapas steril dengan mencelupkan pada tabung berisi Na Fisiologis 0,85 %. Tiriskan pada bagian sisi tabung.
b)     Tentukan lokasi yang akan diperiksa (tangan, kaki, wajah). Lakukan swab pada bagian kulit.
c)     Masukkkan kapas tadi ke dalam tabung yang berisi Na Fisiologis tadi
d)     Homogenkan / Vortex
Pemeriksaan Staphylococcus aureus
a)     Pemeriksaan Mikroskopik
Dilakukan dengan pengecatan gram dari bahan pemeriksaan ( direct preparat dari suspensi ) hasilnya : Gram positif, bentuk bulat, bergerombol seperti buah anggur.
b)     Pembiakan
Pembenihan yang dipakai : BAP, TSB ( Trypticase Soy Broth ), MSA ( Manit Salt Agar ), Thioglykollate Broth.

Sumber
Modul Bakteriologi
Belgis,Ratu.2008. Bakteri Staphylococcus aureus.
udah dulu yah??
Nanti kusambung lagi….
#Kayak apa aja?? Hahaha…
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Iklan

1 Komentar »


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.