Suka-Suka's Blog

22 November 2011

Fanfic Yunjae

Filed under: dbsk, fanfic, fanfiction, TVXQ, yunjae — iceteacassie @ 11:50

Title : Tidak !!
Author : iceteacassie a.k.a. Aistiyana a.k.a. i5ryansmanda
Rating : PG13
Genre : Comedy
Cast : DBSK

Hhhuuaaahhh…… Setelah kucoba untuk merenggangkan kembali otot-ototku. Aku berusaha duduk agar tubuhku tidak dihinggapi rasa kantuk lagi. Kuerjap-erjapkan mataku dan menguceknya sesekali agar terbiasa dengan kondisi kamarku yang agak gelap ini. Kira-kira sekarang jam berapa ya?? Kulirik jam weker di atas meja nakas samping kiri ranjangku.
Pukul 05.00 pagi.
Aku rasa ini sudah waktunya untuk bangun dan membangunkan member lainnya. Disamping kananku Yoochun masih tampak tertidur pulas. Kalian pasti bertanya-tanya mengapa aku bisa sekamar dengan Yoochun sekarang. Alasannya adalah karena aku dan Yoochun memang telah lama berbagi kamar sebelumnya. Ini juga karena ukuran ranjangnya lebih besar daripada kamar yang lain. Semula aku berpikir kalau aku akan berbagi kamar dengan Jaejoong. Tapi entah kenapa, dia lebih memilih kamar yang hanya bisa dihuni satu orang saja. Changmin dan Junsupun ikut-ikutan seperti dia. Dan karena di dorm baru kami ini hanya disediakan empat kamar, akhirnya sekarang aku sekamar dengan Yoochun. Hhhaaahhh… aku menarik napas panjang. Melihat kondisi Yoochun sekarang yang tidur nyenyak di sampingku ini, aku rasa dia masih agak kelelahan. Karena kemarin jadwalnya lebih padat daripada member yang lain. Pantas kan kalau dia merasa lelah? Kulihat sosok tubuh Yoochun masih sengaja terperangkap di dalam selimut tebal itu. Dan tentu saja bantalpun juga masih bertengger di atas kepalanya. Dia memang suka tidur dalam kondisi seperti ini. Paling-paling dia mendengar degkuranku tadi malam dan merasa agak risih. Jadi dia menutup kepalanya dengan bantal. Melihat hal itu aku jadi tidak tega. Aku akan membangunkannya nanti setelah aku membangunkan yang lain. Bicara soal member lain, pasti mereka masih tertidur seperti biasanya di kamar masing-masing. Baiklah tanpa menunggu lama-lama akan aku mulai dari kamar paling ujung saja, kamar Junsu.

***********

Sebelum aku pergi ke kamarnya,tak lupa aku menyempatkan diri untuk mandi. Setelah selesai membersihkan diri, aku pun berjalan mendekati kamar Junsu dan membuka pintu kamarnya itu. Kulihat dia memang masih tertidur. Posisinya memang agak aneh menurutku. Posisi kepala sekarang berada di dekat lutut dan tangannya saling mengait. Aku rasa dia seperti orang yang kedinginan saja. Setelah aku mendekat, ternyata kurasakan hawa yang memang terlalu dingin. Dasar Junsu. Dia pasti menurunkan suhu AC nya lagi. Kebiasaan yang aneh.
Aku pun akhirnya melihat ke arah AC yang tidak jauh dari ranjangnya itu. Dan yang benar saja?? Pantas dingin sekali… kau tahu berapa derajat angka yang tertera di monitornya?? 10 derajat celcius. Mana mungkin tidak dingin?? Aku saja hanya berani menyetel sampai 15 derajat. Itupun sudah dingin. Apalagi dalam posisinya sekarang, selimut sudah tidak menyelubungi tubuhnya itu. Jika jadi dia, aku pasti sudah bangun gara-gara kedinginan. Oleh karena itulah, agar dia tidak mati kedinginan, aku mencari remote AC-nya dan meninggikan suhunya kembali. Kemudian aku membangunkannya.
Tak lama kemudian dia akhirnya bangun juga. Dia memang member yang gampang sekali dibangunkan diantara member lainnya.
“ Sudah pagi ya Hyung..?”
“ Ne, ayo cepat bangun. Dan cepat mandi sana. Kita ada jadwal jam 10.00 nanti.”
“ Jadwal apa Hyung?”
“ Kita diminta untuk mengikuti sesi pemotretan.”
“ Oooo…Baiklah, aku akan mandi dulu.”
“ Hey, Junsu. Sebelumnya bereskan dulu kamarmu ini. Berantakan sekali.!!”
“ Malas hyung…”
Junsu pun melenggang pergi. Dasar dia itu. Dari dulu selalu seperti ini. Selalu berantakan. Paling-paling nanti Jaejoong yang akan merapikannya. Kasihan kau Boo… Junsu selalu merepotkanmu. Tapi, aku juga tidak mau membereskan tempat ini. Jadi, aku pergi saja ah…

************

Sekarang beralih ke kamar kedua. Disini ditempati oleh Changmin. Diantara member yang lainya. Changmin adalah member yang sulit sekali dibangunkan. Kalian juga masih ingat kan kejadian dimana Jaejoong kesal padanya, sehingga dia akhirnya mencium si maknae ini agar bangun. Dan hasilnya, dia memang bangun juga. Aku sempat iri pada Changmin karena Jaejoong menciumnya seperti itu. Tapi biarlah. Itu sudah beberapa bulan yang lalu. Dan aku tidak mau mempermasalahkannya. Lagipula, sekarang Jaejoong sudah menjadi milikku. Aku bebas menciumnya kapanpun yang aku mau. (??)

**********

Setelah aku buka perlahan pintu kamarnya itu,aku melihat Changmin masih bersembunyi di balik selimut tebalnya.Dia tidur dengan kondisi yang lebih rapi bila dibandingkan dengan Junsu tadi. Tapi ada yang sedikit aneh. Hening sekali kamar ini. Kudekati ranjangnya dan kucoba untuk membangunkannya.Tapi ternyata setelah kusingkap selimutnya itu,Changmin tidak ada.
Dimana dia??Pantas sepi sekali.Kulihat sekeliling tapi aku tidak juga menemukan sosok tubuhnya itu.Apa Changmin tidak pulang semalam?? Atau jangan-jangan semalam Changmin tidur di kamar Jaejoong??Tidak. Tidak boleh.Changmin tidak boleh tidur dengan Jaejoongku.Member lain juga tidak boleh.Hanya aku yang boleh.Ya…Hanya aku.Tanpa menunggu berlama-lama,akupun langsung melesat ke kamar Jaejoong.Kebetulan kamarnya terletak tepat diantara kamarku dan kamar Changmin ini.
Begitu sampai di depan pintu kamarnya.Aku langsung membuka pintu itu.Tapi sebelum aku melakukannya,dari arah dapur kulihat Changmin berjalan gontai ke arahku.
“Hyung…Mau membangunkan Jaejoong Hyung ya?”tanyanya.
“Ne..Kau darimana Changmin?Tumben sudah bangun?Aku tadi baru saja dari kamarmu.”
“Hmmm…Aku lapar Hyung.Jadi tadi langsung bangun.Tapi ternyata tidak ada makanan di kulkas.Cepat bangunkan Jae Hyung.Lalu minta buatkan makanan.Aku sungguh kelaparan Hyung.”
“Aish,kau ini ! Tadi malam kau dan Yoochun sudah membuat cemilan malam seperti biasanya kan?”
“Ya sih.Tapi tetap saja aku merasa lapar.Tadi malam Yoochun Hyung hanya membuat ramen.Itupun hanya semangkuk.”
“Ya sudahlah.Aku akan membangunkan Jaejoong dulu.Kau tunggu saja.”
“Ne…Jangan lama-lama ya Hyung.”
“Ya..”
Aku mengerti sekarang. Ternyata semalam Changmin tidak tidur di kamar Jaejoong.Ternyata dia sudah bangun duluan.Syukurlah.Hampir saja aku dibuat cemburu oleh maknae yang satu ini.
Baiklah,sekarang saatnya aku membangunkan Jaejoong.Kubuka pintunya perlahan-lahan.Dia masih tertidur.Pulas sekali tidurnya.Kamarnya agak gelap saat ini.Kudekati ranjangnya itu.Dan kucoba membangunkannya sehalus mungkin.
“Jae…Bangun..”bisikku di telinganya.
“heummm..”
Tubuhnya hanya bergerak sedikit dan dia tidak bangun juga.Hehe…akan aku coba lagi ah….
“Joonggie…”
“Berisik…!!”nadanya agak meninggi.
Mwo??Apa yang tadi dia katakan??Apa aku tidak salah dengar??Tapi, ada yang aneh. Suaranya itu bukan seperti suara Jaejoong. Ini seperti suara….Aigoo…
Ini suara husky milik Yoochun.
“Yoochun?”
“Apa sih Hyung?Mengganggu saja.Aku masih ngantuk nih.Sudah pergi sana.”
“….”
Sejurus kemudian aku terdiam.Jadi,yang semalam tidur denganku itu Jaejoong?Kenapa aku tidak menyadarinya dari awal??Pabo.Yunho,kau benar-benar pabo.

*********

Aku pun memutuskan untuk kembali ke kamar.Di dalam sana,di balik selimut itu,dia masih tertidur pulas dan posisinya masih seperti sebelumnya.Aku rasa dia tidak banyak bergerak saat tidur.Kudekati tubuhnya itu.Dan kupastikan,apakah dia benar-benar Jaejoong atau bukan.
Kulihat kepala dan tubuhnya ditutupi oleh selimut dan bantal,tapi tangannya tetap terjulur keluar.Walaupun saat ini kondisi kamar agak gelap, tapi masih bisa kulihat kalau warna kulitnya itu putih pucat.Kuraba tangannya itu,halus.Ya,ini adalah tangan Jaejoong.Aku bisa merasakannya.Lalu kuputuskan untuk membangunkannya.
“Jae…”
“Heumm…”
“Bangun.Ini sudah pagi.Changmin memintamu untuk membuat sarapan.”
“….”
“Joongie..”
“Hmmm…”
“Ayo bangun.”
Kusenggol tubuhnya itu dengan tanganku dan kuputuskan untuk mengambil bantal yang menutupi kepalanya itu.Dan melihat keadaannya itu,sontak aku berteriak,”JAE…APA YANG TERJADI??KENAPA….KENAPA DENGAN KEPALAMU ITU??KENAPA DENGAN RAMBUTMU ITU??KENAPA TIDAK ADA RAMBUT DI KEPALAMU ITU??”

*********

“TIDAK !!”
Tak ayal lagi,aku langsung terbangun.Keringat bercucuran di seluruh tubuhku.Apa tadi??Aku tadi melihat Jaejoong tanpa rambut sehelaipun di kepalanya.Apa itu mimpi??Kulihat masih ada seseorang yang tidur disampingku.Dia bergerak-gerak, menandakan kalau dia agak terganggu oleh teriakanku tadi.
Sontak aku langsung membangunkannya.
“Jae…Bangun…”
Kuambil bantal yang menutupi kepalanya itu dan…
“Apa-apaan sih Hyung?Kau ini berisik sekali.Untuk apa tadi berteriak seperti itu?Aku masih ngantuk.Sudah jangan ganggu lagi.”
Ha??Lagi-lagi aku melongo.Ternyata Yoochun yang semalam tidur denganku.Itu artinya,tadi itu hanya mimpi.Ya…Hanya mimpi.Tapi aku harus pastikan kalau itu benar-benar mimpi.Seketika itu pula aku langsung turun dari ranjang dan pergi mencari Jaejoong.Aku hanya ingin memastikannya saja.
Begitu keluar kamar,aku mendengar sesuatu dari arah dapur.Sepertinya ada seseorang disana.Lalu kuputuskan untuk menuju ke tempat itu terlebih dahulu.
Disana kulihat ada seseorang.Dari postur tubuhnya itu.Aku dapat menduga kalau itu adalah Jaejoong.
“Jae…”
Dia yang semula sibuk mengiris bawang,kemudian menatapku.Begitu melihatku,dia pun tersenyum.Ah…Senyum yang manis sekali.Kudekati tubuhnya,dan aku pun memeluknya dari belakang.Kucium aroma tubuhnya itu.Aroma yang selalu membuatku mabuk.Tak lupa aku pun menciumi leher jenjang miliknya itu.Kuhisap betul-betul,dan sesekali kubuat tanda disana.
“Hentikan Yunnie.Aku sedang sibuk.”
“Tidak apa-apa Boo.Sebentar saja. Hmmm…Kau tahu,tadi aku mimpi buruk.”
“Mimpi apa?”
“Kau jangan marah ya??Tadi aku bermimpi kalau kau mencukur habis rambut di kepalamu ini Boo.”
“Hehehe…Kau lucu sekali.Mana mungkin aku mencukur kepalaku ini?Aku kan lebih suka rambut yang panjang,Yun.”
“Benar juga ya.”
Perlahan-laham namun pasti.Jaejoong menghentikan aktivitas mengirisnya dan membalikkan tubuhnya ke arahku.Begitu selesai,dia pun tersenyum ke arahku.Senyum yang selalu membuatku tergila-gila. Tidak lama kemudian senyum di bibirnya itu pun mengembang.Dan aku bisa melihat…
“HA ???”mataku melotot hampir keluar.Tubuhku kaku seketika.
“APA-APAAN INI?? GIGIMU… DIMANA GIGI-GIGI INDAHMU ITU,JAE??”

**********

“TIDAK !!!”
Lagi-lagi aku terbangun di ranjang.Ini pasti juga mimpi.Mimpi yang aneh.Kulihat disampingku Yoochun masih tertidur dengan posisi yang hampir sama seperti di dalam mimpiku.Tanpa berlama-lama aku pun membangunkannya.Aku tidak peduli kalau nanti dia akan membentakku.
“Yoochun-ah.Bangun…”
Karena tidak mendapat sahutan darinya,aku pun akhirnya mengambil bantal di atas kepalanya itu.Dan…
“TIDAK..!!!”
Sontak aku berlari keluar kamar.Menakutkan.Tubuh Yoochun tadi tanpa kepala.Aku berlari secepat mungkin.Tapi begitu keluar dari kamar,aku melihat Changmin,Junsu,dan Jaejoong duduk menonton televisi dan lagi-lagi mereka tanpa kepala.TANPA KEPALA !!
Apa-apaan ini??
Seketika itu pula,pikiranku menjadi kacau.Pandanganku berubah menjadi gelap.Kedua kakiku tidak kuat menahan beban lagi.Dan akhirnya akupun ambruk tak sadarkan diri.

*********

“Hyung…Hyung…Bangun…”
Kudengar ada suara yang membangunkanku.Lalu kucoba untuk membuka mata.Kulihat mereka berempat berdiri di depanku saat ini.Apa yang terjadi??Tunggu,bukankah tadi aku melihat mereka tanpa…
“Hyung…Kenapa kau tidur di sini?”tanya Junsu.
“Iya,Hyung.Tidak dingin apa??”kali ini Yoochun ikut bertanya.
Jaejoong yang sedari tadi menatapku khawatir akhirnya bicara juga,”Kau tidak apa-apa kan Yunnie?Kami khawatir padamu.Tadi kau berteriak keras sekali.Dan mendengar teriakanmu itu,kami semua terbangun dan menuju kesini.”
Kulihat mereka semua menatapku dengan perasaan khawatir.”Ne…Aku tidak apa-apa.Maaf sudah membangunkan kalian semua.Tadi aku mimpi buruk.” “Hmmm…Ini benar-benar kalian kan?Aku tidak sedang mimpi aneh lagi kan?Tadi kulihat kalian berdiri tanpa kepala.Sekarang kepala kalian itu asli kan?Boo…Gigi dan rambutmu itu juga asli kan?”
Mendengar perkataanku tadi mereka berempat malah tertawa terbahak-bahak.
“Kau aneh Yunnie.” ujar Jaejoong di tengah-tengah tawanya.
Sejurus kemudian,Changmin memukul lenganku.
“Aduh…Sakit, Min.”
“Kalau kau merasa sakit.Itu artinya,sekarang kau tidak sedang bermimpi,Hyung. Lagipula apa yang tadi kau katakan itu? Kepala kami tentu saja asli. Apa perlu aku buktikan kalau kau sedang tidak bermimpi lagi?”
“Tidak perlu…Tidak perlu…”
Dia menatapku horor.Aku jadi merinding dibuatnya.Dan gara-gara itulah aku terpaksa membenarkan kata-katanya barusan.
Seketika itu pula Changmin meneruskan kata-katanya,”Ini pasti imbas dari film horor yang Hyung tonton semalam.Sudah kubilang kan Hyung.Jangan menonton film horor sendirian.Jadi seperti ini kan akhirnya. Hyung malah bermimpi yang aneh-aneh.”
“Ne…Mian…”

The End

lagi-lagi FF Geje.
Hhehe…
Mian,pasti banyak yang aneh ya??
ini juga dah oernah tag upload di

Ok,komenlah yang banyak.
Gomawo.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.